Monday, May 11, 2015

Malam Bersama Sophie


Pagi ini dingin menusukku
Membuatku enggan menyambut
Aku bukan emphasis
Aku tidak bisa mengarahkan mataku
Objek itu terlalu fana
Aku hanya bisa menjadi rana
Terdiam menunggu di gerakan
Aku menunggu momentum
Momentum yang membukakan medium
Aku bergetar
Ada sesuatu yang menarikku

Sophie
Wanita tenang mencintai sepi
Aku tidak menemukannya lagi
Ketenangannya berubah jadi api
Pertemuan malam itu.....
Malam yang diselimuti dingin
Kau memelukku
Hangatnya dalam kain berselimut abu

Sophie, berbaringlah bersamaku
Habiskan malam ini dengan kasih yang tak berujung
Aku menderita, setiap kali kamu berpaling
Punggungmu tak bisa aku rasakan
Dinding-dinding menjadi masif
Mengajak kita menyelami masing-masing
Kau mengajakku menikmati malam ini
Malam pertama dan terakhir kita
Semuanya diam, mematung, tak berani
Matahari bersembunyi dibalik tirai hitam yang panjang
Bulan dan bintang mesra menyetubuhi langit
Aku ingin menciummu dari Manhattan hingga Gibraltar

Meski kau tak mecintaiku dalam benar
Tapi aku mencintaimu benar-benar
Malam ini sebuah palu menancap di kolam berisi susu
Kau mendorongnya
Kau menariknya
Aku hanya melihat, merasakanmu bermain-main
Sejak saat itu aku memelukmu
Dalam bias yang tak menentu
Gunung kembar yang digambar anak-anak TK menemani tanganku
Kau masih asik dengan permainamu
Aduh, Sophie kau ganas sekali.....
Aku mencintaimu meski ini malam terakhir
Dan itu Menyakitkan.....

Semarang, 11 Mei 2015



Zahid Paningrome Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment

Ayo Beri Komentar