Friday, December 25, 2015

Paper Plane


Sore ini, kekasihku menyuruhku pergi ke tempat biasa kita mengadu. Taman kota adalah tempat kita menghabiskan waktu bersama hingga larut malam. Tempat kita mengadu dan teriak sekencang-kencangnya. Tempat pertama kita bertemu, tempat dimana kita menuliskan semua perasaan di selembar kertas. Membentuknya menjadi pesawat kertas lalu menerbangkannya bersama...
---------
Seorang kakek dengan payung hitam duduk di bangku taman kota yang berdecit. Di telinga kanannya sebatang rokok kretek terselip. Sudah dua jam,  kini langit berubah mendung. Kakek itu meraba kantung bajunya, mengambil pesawat kertas, membuka lalu membacanya.

Kakek itu meneteskan air mata ketika selesai membaca. Kertas itu jatuh, jari-jarinya bergetar, air matanya melewati pipi yang kriput, lalu jatuh bersama gerimis yang turun. Kakek itu membuka payung yang dia bawa. Gerimis mulai membasahi taman kota.

Kakek itu bangkit, meninggalkan taman kota, membiarkan surat yang dia baca semakin basah karena gerimis. Aku mengambil surat itu, lalu membacanya...
---------
“Aku ingin menikmati malam bersamamu, melepaskan rindu yang tak terbalas, menikmati peluk yang datang tepat waku. Jika kau membaca suratku, ini adalah pertanda kepergian. Jangan kau rasakan. Aku tak ingin melihatmu dirundung kesedihan. Menyadari bahwa kehilangan adalah hal yang menyakitkan. Aku ingin kau tahu bahwa aku tidak benar-benar pergi, aku selalu ada di ranjang kamar kita, menemanimu tidur dan menyelami setiap mimpimu. Kita sama-sama tahu melupakan adalah hal yang paling mudah dilakukan oleh orang-orang tua seperti kita. Tapi, melupakanmu adalah hal yang paling sulit kulakukan sepanjang hidupku. Ambil payungmu, lindungi tubuhmu dari gerimis ini, pergi ke tempat kita biasa mengadu. Tinggalkan surat ini, Biarkan orang lain membacanya...”


Zahid Paningrome Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment

Ayo Beri Komentar