Sunday, March 4, 2018

Selimut Kita


Nanti kita berdua, di malam yang membunuh dingin. 
Lalu selimut menjelma rumah kedua kita.

Saat lampu kamar dimatikan, 
dan napas kita bertabrakan. 
Apalagi yang kau tanyakan?

Kita di sini, aku; kamu. Bahkan di saat jantung berdebar seirama. 
Tak perlu lagi dunia di pikiranmu, 
tak perlu lagi orang-orang sakit itu. 
Hanya ada aku, sayang.

Kita berlomba membunuh masa lalu, 
tapi entah rasa itu terus gagal dihapus. 
Cukup nikmati malam ini, kasih. 

Jangan pikirkan yang lain.
Dengan sepasang kaki kita yang bersentuhan di balik selimut, 
juga bibir yang basah menempel di pipi.

Aku ingin habiskan malam ini 
juga mimpi dan masa depan tentang pernikahan kita 
dan bayi-bayi yang manis dan lucu.

Ingatan dan kenangan adalah satu garis utuh yang tak terlepaskan. 
Dan kita ada di tengah garis itu.

Selamat malam, sayang. Aku di sini. 
Masih, selalu.


Semarang, 3 Maret 2018
Zahid Paningrome Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment

Ayo Beri Komentar