Saturday, May 5, 2018

Salam untuk Ibu


Aku dilahirkan dari suara toa masjid 
yang membangunkan ibu 
dari mimpi buruk.

Di ranjang sempit itu 
seorang wanita mengadu pada selimut putih 
yang lebih hangat dari tatap matamu.

Katanya dingin subuh 
seperti mata lampu yang mengendap 
riang di kamar tidurku.

Aku yang baru bangun, 
melihat kumpulan semut yang bercinta 
dengan seekor kecoa di lantai.

Suara toa yang berisik masih besenggama 
di langit-langit dengan awan kelabu 
yang menutup bulan pagi itu.

Tak ada sarapan pagi ini, 
kematian telah membawa yang kau cintai 
pada tanah basah penuh lumpur akibat hujan malam tadi.

Aku yang masih meringkuk 
tak sadar telah disetubuhi laron-laron 
penuh nafsu di bawah pijar lampu neon

Kesakitan mengartikan makna kata, 
saat aku menyetubuhi wanita lain, 
tapi di pikiranku masih tergambar paras wajahmu.

Aku ingin tidur saja, 
bangunkan aku satu menit sebelum kematian menjemputku, 
aku ingin mengucapkan salam pada ibu.


Semarang, 5 Mei 2018
Zahid Paningrome Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment

Ayo Beri Komentar